Jenis-Jenis Lebah
A. Klasifikasi Lebah
Lebah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang hidul soliter dan yang hidup berkoloni. Jenis lebah soliter lebih banyak dibanding yang berkoloni.
Lebah berkoloni adalah lebah yang hidul bersama dalam suatu kelompok besar dan membentuk suatu masyarakat. Setiap anggotanya tidak bisa dipisahkan dari anggota lainnya. Sedangkan pada lebah soliter, induk lebah hanya memberi cadangan pakan berupa serbuk sari dan madu bagi anak-anaknya yang belum dapat mencari makan (tahap larva). Selanjutnya induk dan anak tidak berhubungan lagi.
Lebah madu merupakan serangga sosial yang hidup berkoloni. Setial lebah mempunyai tugas khusus yang sangat penting bagi kelangsungan hidup koloninya. Dalam setiap koloni terdapat tiga jenis lebah, yaitu: seekor lebah ratu, ratusan lebah jantan, dan ribuan lebah pekerja.
Klasifikasi lebah sosial adalah:
Phylum : Anthropoda (binatang beruas-ruas)
Subphylum : Mandibulata
Kelas : Insecta (serangga)
Sub Kelas : Pterygota
Ordo : Hymenoptera (bersayap bening)
Subordo : Clistogastra
Superfamili : Apidea
Famili :
1. Bombidae (lebah biasa)
2. Meliponidae (lebah madu tanpa sengat)
3. Apidae (lebah madu)
Famili Apidae merupakan jenis lebah penghasil madu sejati, terutama dari genus Apis. Spesies yang paling penting untuk diternak dan dipanen hasil madunya adalah :
1. Lebah hutan (Apis dorsata , Apis laboriosa)
2. Lebah Eropa dan Australia (Apis melifera)
3. Lebah kecil (Apis florea)
4. Lebah Afrika (Apis adonsonii , Apis unicolor)
5. Lebah Asia/Oriental (Apis cerana , Apis indica)
Beberapa contoh keluarga Apidae (lebah madu) ialah:
1. BUMBLEBEE
Famili: Apidae
Ukuran: 0,3 - 2,5 cm (1/8 - 1 inci)
Jumlah spesies: 1000
Bumblebee hidup dalam koloni di sarang-sarang bawah tanah. Ratu menggunakan nektar dan serbuk sari untuk membuat makanan yang disebut roti lebah. Saat telurnya menetas, larva akan memakan roti lebah tersebut.
2. LEBAH ANGGREK
Famili: Apidae
Ukuran: 0,3 - 2,5 cm (1/8 - 1 inci)
Jumlah spesies: 1000
Kebanyakan lebah anggrek berwarna cerah dan hidup didaerah tropis. Lebah jantan mendatangi tumbuhan anggrek untuk memperoleh nektar. Selain itu, lebah jantan menyerbukkan bunga dan mengumpulkan zat yang kemudian diubahnya menjadi bau. Bau tersebut digunakan untuk menarik perhatian lebah betina.
3. LEBAH MADU
Famili: Apidae
Ukuran: 0,3 – 2,5 cm (1/8 – 1 inci)
Jumlah spesies: 1000
Koloni lebah madu memiliki satu ratu yang menghasilkan telur, beberapa lebah jantan (drone), dan banyak lebah betina steril yang disebut lebah pekerja. Satu lebah pekerja hidup hanya untuk 6 sampai 8 minggu. Mula-mula lebah pekerja merawat telur dan larva, lalu membantu membangun serta membersihkan sarang. Terakhir lebah pekerja bertugas untuk mengumpulkan makanan.
4. LEBAH TAK BERSENGAT
Famili: Apidae
Ukuran: 0,3 – 2,5 cm (1/8 – 1 inci)
Jumlah spesies: 1000
Lebah tak bersengat hidup dalam koloni. Koloni tersebut membuat sarang di lubang-lubang dalam tanah dan batang kayu, kadang bahkan di sebagian gundukan rayap. Lebah pekerja meninggalkan bau di sepanjang jalan antara sumber makanan dan sarangnya, sehingga lebah pekerja lain dapat menemukan makanan itu.
5. LEBAH TUKANG KAYU
Famili: Apidae
Ukuran: 0,3 – 2,5 cm (1/8 – 1 inci)
Jumlah spesies: 1000
Lebah ini dinamakan lebah tukang kayu karena lebah betinanya membuat sarang berbentuk seperti terowongan dengan cara mengunyah batang kayu. Lebah betina membuat sebaris sel-sel dalam terowongan itu. Masing-masing sel dipisahkan oleh sekat pembatas. Selanjutnya ia akan meletakkan 1 telur di tiap sel. Lebah betina tetal berjaga di dekat sarang sampai larva menetas dari telur.
B. Apis dorsata
Apis dorsata adalah lebah hutan, salah satu jenis lebah madu yang sulit dibudidayakan karena agresif dan ganas. Ukuran tubuhnya paling besar dibanding lebah jenis lainnya, panjang badannya 1,9 cm. Lebah ini hidup di hutan-hutan secara berkoloni. Sarangnya bergelantungan pada pohon-pohon yang tinggi. Dalam satu pohon bisa ditemukan puluhan koloni. Apabila diganggu akan menyerang musuhnya secara massal, sengatannya dapat mematikan.
Di beberapa daerah di Indonesia koloni Apis dorsata ini dilindungi oleh hukum adat masyarakat setempat. Di Riau misalnya, jika orang menebang pohon sialang tempat koloni lebah bersarang, orang tersebut bisa terkena denda hingga jutaan rupiah.
Seperti juga manusia yang hidup di hutan belantara, kehidupan Apis dorsata selalu berpindah-pindah mencari tempat dan makanan yang baru atau pindah karena sering diganggu.
Karena hidup di hutan dengan suasana liar lebah jenis ini mewarisi tabiat garang dan mudah menyuntik. Kumpulan lebah ini suka bersarang di pohon pohon tinggi, tebing tinggi, di tempat-tempat terbuka dengan sarang yang besar dan panjang. Adakalanya terdapat pada bangunan-bangunan yang tinggi diatas 15 meter sehingga sukar dipelihara.
Lebah ini tidak dapat hidup di tempat-tempat yang rendah. Namun jenis lebah inilah yang dicari oleh peternak lebah karena khasiatnya lebih tinggi dan hasil panen madunya lebih banyak dibanding lebah jenis lainnya (paling produktif). Dalam satu sarang dapat dihasilkan 30 kg madu. Panen madu dapat dilakukan dua kali setahun.
Apis dorsata biasa disebut juga Apis laboriosa. Jenis ini hanya terdapat pada gunung-gunung yang tinggi seperti yang terdapat pada gunung Himalaya, Nepal dan Malaysia. Di Indonesia Apis dorsata terdapat di seluruh kepulauan Nusantara, kecuali di Paparan Sahul. Apis dorsata dalam bahasa daerah dikenal dengan nama tawon gung (Jawa), Odeng (Sunda), dan madu sialang (Palembang).
C. Apis cerana
Apis cerana, biasa disebut juga sebagai Apis indica, ialah spesies lebah madu dari Asia. Lebah ini bisa dipelihara di tempat-tempat yang rendah, paling tinggi 15 meter atau 50 kaki dari permukaan bumi.
Tempat tempat yang paling disukai adalah tempat-tempat yang terlindung, teduh dan gelap seperti dalam kotak, lemari, celah-celah dinding berlapis, lubang-lubang pohon, atap rumah, dibawah pohon rindang, dll.
Lebah jenis ini juga dipakai untuk pengobatan sengat lebah karena bentuknya kecil dan tidak suka gerakan kasar. Setelah digunakan sengatnya, lebah ini akan mati. Lebah ini cukup produktif sehingga mudah dipelihara di pedesaan. Lebah jenis ini paling luas penyebarannya di seluruh dunia. Lebah ini tersebar di Asia Selatan (India, Pakistan, Srilangka) dan Asia Tenggara.
D. Apis melifera
Apis melifera berasal dari Eropa, ukurannya lebih besar dari lebah Apis cerana. Ciri khas lebah ini adalah memiliki gelang berwarna kuning di belakang abdomen. Warna tubuh bervariasi dari coklat gelap sampai kuning hitam. Sifatnya sabar dan selalu menjaga sarangnya agar selalu tetap bersih, tidak suka bermigrasi tetapi peka terhadap penyakit terutama parasit tungau Varrau.
Lebah ini dikembangkan di seluruh dunia termasuk Indonesia, banyak terdapat di Perancis, Yunani, Spanyol, Yugoslavia, Amerika Selatan, Amerika Utara dan Australia.
Di Indonesia Apis melifera merupakan lebah impor yang didatangkan pada tahun 1972. Sebanyak 25 koloni Apis melifera disumbangkan dari Australia Feedom for Hunger Campaign Committee kepada Pusat Pelebahan Apriari Pramuka sekaligus sebagai cikal bakal pengembangan lebah modern di indonesia.
Lebah ini dapat dibudidayakan dengan cara diangon (sarangnya dipindah-pindahkan ke tempat lain yang lebih subur) sehingga madu yang dihasilkannya hanya dari satu jenis bunga (monoflora) bergantung lingkungannya. Terdapat jenis madu randu, madu klengkeng, madu jeruk, dll. Secara alami terdalat 5 subspesies Apis melifera, yaitu:
1. Apis melifera ligusta, banyak dikembangkan di Italia.
2. Apis melifera corniola, banyak dikembangkan di Amerika.
3. Apis melifera causcasia, banyak dikembangkan di Indonesia.
4. Apis melifera lehzeni, banyak dikembangkan di Jerman Utara.
5. Apis melifera mellifera, banyak dikembangkan di Belanda dan Prancis.
E. Lebah Trigona
Ukuran tubuh Trigona lebih kecil daripada jenis lebah lainnya. Lebah Trigona biasa membuat sarang di lubang-lubang bambu dalam rumah dan tergolong lebah jinak. Trigona biasa disebut teuweul (dalam Bahasa Sunda), klanceng atau lonceng (dalam Bahasa Jawa).
Trigona tinggal di tempat-tempat gelap, keluar masuk melalui lubang yang sangat kecil, sekitar 1 cm yang dilindungk oleh zat perekat. Seperti lebah lainnya tempat tinggalnya tersusun atas beberapa bagian, terdapat bagian yang digunakan menyimpan madu, tempat tepung sari, tempat telur, larva, dll.
Lebah Trigona gemar mengambil getah pohon, sehingga madu yang dihasilkannya sedikit asam. Hanya sedikit saja madj yang bisa dihasilkan oleh lebah jenis Trigona.
Lebah Trigona tidak memiliki sengat, biasa dipelihara secara tradisional dengan gelodok yang pembuatannya meniru rumah lebah yang ada di batang-batang pohon. Jenis lebah inilah penghasil propolis yang banyak dibanggakan, karena dibuat dari getah-getah pohon.
Sekian informasi yang saya bagikan, Semoga Informasi yang saya bagikan bisa bermanfaat bagi kalian semua. Terima Kasih ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar